Purwakarta - Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Desa Bungursari Koramil 1907/Bungursari, Serda Mulyana, melaksanakan kegiatan Adu Bako (Ngawangkong) bersama tokoh masyarakat di Kampung Awiluar RT 11 RW 06, Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, pada Selasa (28/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi wadah komunikasi sosial antara Babinsa dengan warga. Melalui tradisi Ngawangkong, berbagai informasi, aspirasi, serta masukan dari masyarakat dapat disampaikan secara terbuka sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling percaya.
Serda Mulyana mengatakan, kegiatan Adu Bako merupakan salah satu cara efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus menjaga kebersamaan di lingkungan desa.
Tokoh masyarakat Kampung Awiluar, Bapak H. Edi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Babinsa yang selalu aktif menjalin komunikasi dengan warga.
Bapak H. Edi (Tokoh Masyarakat): "Kami merasa senang dengan adanya kegiatan Ngawangkong bersama Babinsa. Suasana yang akrab seperti ini membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan aspirasi dan mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan kami."
Serda Mulyana (Babinsa Desa Bungursari): "Adu Bako atau Ngawangkong bukan sekadar duduk bersama, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga rasa kekeluargaan, serta membangun komunikasi sosial yang egaliter dan merakyat. Dengan kebersamaan, setiap persoalan di lingkungan dapat diselesaikan melalui musyawarah."
Sementara itu, Danramil 1907/Bungursari, Kapt Arm. Safriadil, menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu tugas utama aparat teritorial.
Kapt Arm. Safriadil (Danramil 1907/Bungursari): "Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik, mendengar setiap aspirasi warga, serta menjadi perekat kebersamaan demi terciptanya situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif."
Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., M.I.P., menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi kekuatan utama pembinaan teritorial.
Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., M.I.P. (Dandim 0619/Purwakarta): "Komunikasi yang dibangun melalui kebersamaan akan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa harus mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah binaannya."
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han (Danrem 063/Sunan Gunung Jati): "Kegiatan komunikasi sosial seperti Adu Bako mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat. Hubungan yang harmonis akan menjadi modal penting dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketahanan wilayah."
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan pentingnya menjaga budaya komunikasi yang humanis.
Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M. (Pangdam III/Siliwangi): "Prajurit Siliwangi harus selalu hadir bersama rakyat, menjaga silaturahmi, menghormati budaya lokal, dan membangun komunikasi yang tulus. Dari kedekatan itulah akan lahir kepercayaan masyarakat yang semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat."
Melalui kegiatan Adu Bako (Ngawangkong) ini, diharapkan hubungan antara Babinsa dan masyarakat Desa Bungursari semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, serta mampu mendukung terwujudnya ketahanan wilayah yang kuat.

Mulyana Natadipraja